Minggu, 22 Agustus 2010

Bab 1. Pendahuluan: Latar Belakang Masalah

Seringkali, kalau kita baca dari buku-buku petunjukpenulisan skripsi di kampus, sub bab latar belakang masalah seolah-olah tidaklah terlalu dianggap penting. Ketika membahas tentang point-point yang sebaiknya ada dalam latar belakang masalah, bisa jadi, hanya dinyatakan sebagai berikut:
  • Latar belakang masalah berupa pengantar mengenai arti penting topik tersebut untuk diteliti, alur berpikir hingga muncul permasalahan, yang diakhiri oleh perumusan masalah yang berbentuk kalimat tanya.
  • Latar belakang masalah menguraikan tentang alasan dan motivasi dari penulis terhadap topik permasalahan yang bersangkutan.
  • Latar belakang masalah adalah perumusan dari masalah dan faedah yang diharapkan dari penulisan skripsi. 
Oleh karena itu, kita akan sangat sering menemukan skripsi di perpustakaan yang meliriknya saja sudah malas.

Padahal, kualitas penulisan latar belakang dari sebuah skripsi akan sangat menentukan apakah keseluruhan skripsi tersebut menarik untuk dibaca. Bahkan, jika memang pembimbing atau penguji wajib membaca skripsi kita, bab latar belakang yang ditulis dengan bagus akan memberikan kesan awal yang positif dari pembaca, dan memancing pembaca untuk terus lanjut membaca, serta mendorong pembaca untuk memberikan penilaian bagus pada akhirnya. Dari tulisan pun kita sudah bisa mendapatkan nilai bagus kok, tidak perlu cara-cara persuasi yang lain.

Ringkasnya, bagian latar belakang masalah berfungsi untuk: (1) menarik minat pembaca, (2) memperkenalkan kepada topik skripsi atau memperkenalkan dengan latar belakang penulisan ini, dan (3) menjelaskan apa yang sebenarnya ingin diungkap dalam skripsi ini atau menceritakan ide sentral.


1. Mendapatkan Perhatian dari Pembaca
Ide dasar dari bagian ini adalah memberikan tonjokan ke pembaca, agar memperhatikan isi skripsi kita. Perhatikan! Saya tidak sedang bermaksud dalam arti sesungguhnya. Kasihanilah dosenmu, hai tubuh muda.
Terdapat beberapa strategi yang bisa digunakan untuk menarik minat pembaca terhadap skripsi kita:
  • Hubungkan skripsi anda dengan sebuah anekdot yang dramatik. Anekdot dapat menjadi pembukaan yang bagus untuk menarik perhatian, jika disampaikan dengan ringkas dan to the point. Contoh, dalam penulisan skripsi berjudul “pengaruh rasio-rasio keuangan terhadap harga saham perusahaan”. Dalam sidang ujian, seorang mahasiswa menyimpulkan bahwa rasio-rasio keuangan yang ditelitinya terbukti berpengaruh signifikan terhadap harga saham, dengan kemampuan menjelaskan dari model penelitiannya sangat tinggi. Seorang penguji, secara sambil lalu bertanya, “Setelah mendapat penemuan ini, apakah saudara bersedia membujuk orang tua anda agar berinvestasi di pasar saham?”
  • Paparkan keyakinan-keyakinan yang selama ini umumnya dianggap benar. Contoh, hasil penelitian di kampus kita bisa dijadikan landasan dalam mengambil keputusan berinvestasi. Atau, pemberian nilai kelulusan B, membuktikan bahwa argumentasi yang disusun dalam sebuah skripsi sudah mapan, sehingga pantas untuk dipublikasikan mewakili nama kampus.
  • Sajikan fakta dan statistik mengejutkan yang terkait dengan keyakinan-keyakinan yang selama ini dianggap benar tersebut. Seringkali, statistik atau fakta akan memberikan penekanan atau perhatian lebih terhadap topik anda. Contoh, ternyata kampus-kampus besar di Indonesia, hanya sedikit yang berani mempublikasikan secara bebas hasil-hasil penelitian mahasiswanya. Pernyataan tersebut lebih bagus jika didukung oleh sebuah tabel deskriptif dengan menyebutkan sumbernya.
  • Gunakan kutipan-kutipan pernyataan orang lain yang pas/mengena. Contoh, hasil kuliah bahkan hingga saat penulisan skripsi hanyalah membekali mahasiswa dengan teori-teori tekstual. Sementara, dalam prakteknya, teori-teori tersebut sudah terlalu disederhanakan, sehingga tidak lagi relevan dengan dunia nyata. 
  • Ajukan pertanyaan yang provokatif. Contoh, variabel-variabel apakah yang sebenarnya lebih tepat untuk memprediksikan pergerakan harga saham? Model penelitian yang bagaimana yang lebih tepat untuk mengkaitkan variabel-variabel penelitian tersebut? Mengapa hasil penelitian mahasiswa atau dosen selalu gagal untuk diaplikasikan dalam dunia nyata?
  • Selipkan sedikit kisah pribadi. Pernah terjadi, seorang investor yang melompat dari gedung, karena telah salah mengambil keputusan. Sementara, rekan-rekan di ruang sebelah sedang merayakan kemenangan.
  • Dan lain sebagainya, kreatiflah. Sesuaikan dengan tema skripsi anda.

2.  Memberikan Informasi Tentang Latar Belakang Penelitian
  • Memberikan informasi tentang latar belakang dalam sebuah pendahuluan berfungsi sebagai jembatan untuk menyeberangkan pembaca memahami topik dari skripsi. Panjang/pendeknya jembatan tersebut sangat tergantung pada seberapa banyak informasi yang, menurut penulis, dibutuhkan oleh pembaca untuk memahami permasalahan yang dibahas dalam skripsi tersebut, sehingga pembaca dapat menghargai pentingnya skripsi tersebut.
  • Untuk penulisan skripsi (dimana pembacanya tidak terbatas pada para dosen saja), aturan umum yang bagus bagi mahasiswa untuk menentukan apakah sudah tersedia cukup informasi dalam latar belakang adalah dengan membacakannya ke sesama mahasiswa dari fakultas lain, dan melihat reaksi mereka. Apakah mereka memahami apa yang sedang dibicarakan? Jika mereka melongo, janganlah marah-marah. Itu berarti, latar belakang masalah anda tidak bermutu. Sebaiknya, langsunglah pulang untuk memperbaikinya.

3. Menyampaikan Ide Sentral
  • Ide sentral atau pernyataan skripsi adalah bagian terpenting, sehingga wajib ada. Pernyataan skripsi biasanya satu atau dua kalimat dan memberitahu pembaca tentang apa yang ingin dibicarakan dalam skripsi ini secara keseluruhan.Pernyataan skripsi dapat disampaikan secara langsung ataupun tidak langsung.
  • Pernyataan skripsi yang langsung akan memberikan ringkasan spesifik tentang skripsi tersebut. Contoh, "variabel-variabel rasio keuangan yang berpengaruh signifikan terhadap harga saham adalah cash ratio, debt to equity ratio, dan net profit margin". Pernyataan tersebut dengan jelas memberitahu kepada pembaca tentang bagaimana kelanjutan penulisan skripsi ini. Yaitu skripsi ini akan membahas tentang rasio-rasio keuangan serta harga saham.
  • Pada cara penulisan pernyataan skripsi yang tidak langsung, tidak ada pernyataan yang dituliskan seperti di atas. Namun, pembaca akan tetap mengetahui aspek-aspek apa yang ingin dibicarakan dalam skripsi. Contoh, pengkalimatan tidak langsung adalah, "Para investor yang tidak mempertimbangkan isi laporan keuangan akan tidak mampu melihat kondisi fundamental sebuah perusahaan. Pada akhirnya, harga saham akan terlihat acak di mata mereka." Dengan cara ini, meskipun pembaca tidak diberitahu apa yang harus dipertimbangkan dalam laporan keuangan, yang terkait dengan harga saham perusahaan tersebut. Namun, pembaca mengetahui bahwa skripsi ini akan membahas tentang bagaimana mengungkap data yang ada di dalam laporan keuangan, dan kaitannya dengan kebijakan investasi di pasar saham.

Begitu anda memahami ketiga isi dari latar belakang, dan pilihan-pilihan cara penyajiannya, maka anda dapat bereksperimen dengan beraneka pilihan cara tersebut untuk melihat cara mana yang menciptakan efek terbaik bagi skripsinya.
Selamat menulis. Kreatiflah. Perfeksionislah. Cerdaslah. Jelilah. Berbahagialah. Jangan menangis.

Senin, 16 Agustus 2010

Teori Pragmatisme Kebenaran

“A great many people think they are thinking when they are merely rearranging their prejudices."
"Banyak orang mengira bahwa mereka sedang berpikir, saat sebenarnya hanya sedang menata ulang prasangka-prasangka mereka saja."

"If you can change your mind, you can change your life."
“Jika anda dapat merubah pola pikir anda, maka anda dapat merubah kehidupan anda.”

"Anything you may hold firmly in your imagination can be yours."
"Apa pun yang dapat anda pegang teguh dalam imajinasi anda, dapat menjadi milik anda."

"Be not afraid of life. Believe that life is worth living, and your belief will help create the fact."
"Jangan takut pada kehidupan. Percayalah bahwa hidup pantas untuk dijalani, dan keyakinan anda akan membantu menciptakan fakta."

"To perceive the world differently, we must be willing to change our belief system, let the past slip away, expand our sense of now, and dissolve the fear in our minds"
"Untuk melihat dunia secara berbeda, kita harus bersedia untuk mengubah sistem keyakinan kita, biarkan yang lalu menyelinap pergi, luaskan rasa kekinian anda, dan buang rasa takut dalam pikiran kita"

"Whenever two people meet, there are really six people present. There is each man as he sees himself, each man as the other person sees him, and each man as he really is."
"Setiap kali dua orang bertemu, sesungguhnya ada enam orang yang hadir. Yaitu, untuk masing-masing orang, seperti apa yang dilihat oleh dirinya sendiri, dirinya seperti apa yang dilihat oleh orang lain, dan dirinya sebagai dia sebenarnya."

""Grant an idea or belief to be true. W what concrete difference will its being true make in anyone's actual life? How will the truth be realized? What experiences will be different from those which would obtain if the belief were false? What, in short, is the truth's cash-value in experiential terms?"
"Katakanlah sebuah ide atau keyakinan adalah benar. Perbedaan nyata apa yang dibawa oleh ide yang benar tersebut dalam kehidupan nyata seseorang? Bagaimana kebenaran dapat diwujudkan? Apa bedanya dengan yang terjadi jika ternyata ide atau keyakinan tersebut salah? Singkatnya, manfaat nyata apa yang dibawa kebenaran di dalam pengalaman keseharian?”
=============
WILLIAM JAMES

Dari pernyataan-pernyataan William James tersebut, salah seorang tokoh pragmatisme, dapat dipahami bahwa kebenaran pragmatisme adalah kualitas nilai yang dinyatakan oleh efektivitasnya ketika menerapkan konsep-konsep ke praktek nyata. Kebenaran pragmatisme adalah campuran antara teori korespondensi dan teori koherensi, dengan tambahan pada nilai manfaat nyatanya dalam kehidupan manusia. Kebenaran sebuah pernyataan atau teori diuji berkenaan kesesuaiannya dengan kenyataan, dan juga konsistensi (tidak adanya kontradiksi) di dalam teori itu sendiri, dan diverifikasi oleh manfaat nyata dari pengaplikasian teori tersebut ke praktek nyata.
Dalam pandangan pragmatisme, sebuah pernyataan, aturan, atau teori haruslah bersandar pada asas manfaat. Sesuatu pernyataan, aturan, atau teori dianggap benar jika mendatangkan manfaat praktis bagus penganutnya. Atau, kebenaran pragmatisme adalah jika memiliki nilai guna (utility), praktis (workability), dan memberikan akibat atau pengaruh yang memuaskan (satisfactory consequence). Tidak ada kebenaran yang mutlak obyektif dalam pandangan pragmatisme. Kebenaran tergantung pada subyek, situasi, dan akibatnya. Kebenaran pragmatis bersifat relatif, yaitu sepanjang belum ditemukan pandangan, aturan, atau teori baru yang lebih bagus lagi.
Pragmatisme memahami kebenaran sebagai prinsip aksi/perbuatan. Ringkasnya, kebenaran tidak berdiri sendiri, terlepas dari relasi atau aksi sosial manusia. Kebenaran adalah fungsi dari proses aksi keterlibatan manusia dengan dunia serta pengujian yang dilakukannya. Kebenaran hanya terungkap melalui interaksi dengan dunia. Kebenaran tidak akan ditemukan dengan duduk diam dalam ruangan sambil memikirkannya. 
Teori pragmatisme menempatkan proses pembentukan hipotesis, pengujian, dan pengamatan ke dalam kehidupan sehari-hari manusia secara individual. Jadi hipotesis dianggap benar, jika sudah terbukti secara praktis bermanfaat serta produktif dalam kehidupan seorang individu, yang mungkin untuk orang lain bisa berkebalikan.

Contoh:
  1. Penulisan sebuah karya ilmiah atau skripsi seharusnya wajib dibebankan kepada para mahasiswa. Pernyataan tersebut dapat dianggap benar, karena mahasiswa menjadi berlatih untuk memahami makna kata benar itu sendiri, selain itu belajar untuk menyusun sebuah pernyataan yang benar. Di kemudian hari, kemampuan yang diperoleh dari kegiatan menulis tersebut akan bermanfaat dalam meningkatkan bargaining power dalam bekerja. Namun akan bernilai salah, jika sang mahasiswa sedemikian terbebannya dan berkehendak bunuh diri.
  2. Keyakinan terhadap keberadaan Tuhan adalah benar bagi penganutnya, hanya jika keyakinan tersebut memberikan dampak positif terhadap kehidupan kesehariannya. Jika keyakinan tersebut membuat orang tersebut menjadi anarkis, maka keyakinan tersebut salah.
  3. Pernyataan bahwa saat menatap cermin di pagi hari, aku serasa memandang Rico Tampatty muda, adalah benar bagi seorang Gogon jika membuatnya menjadi percaya diri dan suka menolong orang lain. Namun, jika membuat Gogon menjadi pongah, pernyataan tersebut salah.
  4. Abu-abu putih adalah warna yang paling tepat untuk mobil dinas presiden. Sedangkan, orange adalah warna yang tepat untuk mobil dinas mewah yang dibagikan kepada anggota DPR.
    Teori pragmatisme semata, tidak mampu untuk memutuskan apakah pernyataan berikut benar ataukah salah:
    1. Saat Mario Teguh berinvestasi 5 milyar di forex, dan dia mengambil keputusan buy all in, maka nilai tukar mata uang akan meningkat.
    2. Adalah hakim yang pantas dikenalkan dengan saudari kita, jika dia memutuskan bebas kerabat kita yang melakukan pembunuhan.
    3. Siang hari, menduduki sekarung mercon di atas bus kota tidaklah berbahaya.
      Sumber:
      1. http://www.iep.utm.edu/truth
      2. http://en.wikipedia.org/wiki/Pragmatic_theory_of_truth
      3. http://en.wikisource.org/wiki/How_to_Make_Our_Ideas_Clear
      4. http://en.wikiquote.org/wiki/William_James

      Jumat, 13 Agustus 2010

      Teori Koherensi Kebenaran

      JE PENSE DONC JE SUIS (Rene Descartes)
      “I Think, Therefore I Am”
      "Saya Berpikir, Maka Saya Terbukti Ada"

      Secara ringkas, teori koherensi beranggapan bahwa suatu klaim dianggap benar, cukup bila klaim tersebut koheren atau konsisten dengan klaim-klaim sebelumnya yang dianggap benar. Kesesuaian dengan kenyataan (seperti yang disyaratkan dalam Teori Korespondensi ), tidaklah menjadi kewajiban dalam teori koherensi. 

      Dalam istilah ilmu logika, teori koherensi berkaitan dengan proses berpikir deduksi, dimana sebuah klaim dianggap benar cukup jika dia konsisten atau koheren dengan premis-premis sebelumnya. Ilmu matematika maupun ilmu hukum sangat banyak memanfaatkan teori koherensi. 
      Dalam metodologi ilmiah, teori koherensi digunakan dalam penyusunan model penelitian maupun dugaan-dugaan ilmiah (hipotesis). Jika sebuah model penelitian/hipotesis koheren atau konsisten dengan teori-teori yang ada ataupun dengan kesimpulan-kesimpulan oleh peneliti terdahulu, maka disebut benar. Teori koherensi hanya bersandar pada rasionalitas, dan bukan pada empirisme.

      Klaim-klaim terdahulu (argumen) yang digunakan dalam membuat kesimpulan deduktif yang koheren, bisa didasarkan dari klaim yang ditarik dari kenyataan (sesuai teori korespondensi) atau sekedar sebuah konsensus. Semakin luas konsensus atas sebuah klaim terdahulu (argumen), maka akan semakin kredibel klaim yang dideduksi darinya. Pengujian terhadap konsensus yang menjadi argumen itu sendiri, sekali lagi, bisa didasarkan pada kenyataan atau sekedar berdasar konsensus yang lebih diterima luas.
      Pendekatan konsensus banyak dipakai dalam ranah politik ataupun sosial, dalam memberikan pembenaran atas sebuah klaim atau tindakan moral.

      Contoh 1.  Karena didefinisikan bahwa:
      • 3 = 2 + 1, serta
      • 4 = 3 + 1
      • Maka, dapat dibuat klaim yang koheren dengan kedua pernyataan di atas, bahwa 4 = (2 + 1) + 1
      Contoh 2. Jika dianggap benar bahwa:
      • Semua manusia pasti memiliki otak yang berfungsi untuk berpikir, dan
      • Otak yang tidak mendapat pasokan oksigen selama 8 menit akan kehilangan fungsi berpikirnya, serta
      • Bonnie sudah 9 menit tenggelam di air.
      • Maka, dapat dibuat klaim yang koheren dengan pernyataan di atas, bahwa Bonnie bukanlah manusia lagi.
      Contoh 3. Jika dianggap benar bahwa:
      • Semua pedagang pastilah selalu mencari untung di dalam jual beli, dan 
      • Beberapa orang yang membuka toko di Roxy menyatakan bersedia menjual barang di bawah harga perolehan.
      • Maka, dapat dibuat klaim yang koheren dengan pernyataan di atas, bahwa Di Roxy terdapat beberapa orang yang sebenarnya bukan pedagang, meskipun mereka membuka toko di sana setiap harinya.
      Contoh 4. Jika dianggap benar bahwa:
      • Syarat suatu kegiatan secara hukum dianggap kejahatan jika terdapat pasal yang dilanggar, pelaku, korban, serta barang bukti/saksi, dan 
      • X, seorang pelaku pembunuhan beruntun, telah berhasil menyuap saksi untuk berpihak kepadanya, serta telah berhasil secara diam-diam mengkremasikan barang bukti kejahatannya.
      • Maka, adalah tidak beralasan jika memenjarakan X atas perbuatannya tersebut. Karena tidak ada koherensi antara persyaratan hukum sebuah perbuatan disebut kejahatan, dengan keterpenuhan syarat tersebut.
      Dikarenakan ketergantungannya pada ketersediaan premis, atau teori, atau kesimpulan terdahulu, maka teori koherensi semata, tidak bisa menentukan kebenaran atas klaim berikut:
      1. Saat pulang rumah ternyata koran sudah hancur berantakan, maka tidak bisa ditentukan apakah hantu koran ataukah anjing kecil di rumah yang melakukannya.
      2. Apakah baling-baling kipas angin berputar ke kiri ataukah ke kanan.
      3. Botol parfum berikutnya akan sewangi sebelumnya.
      Sumber:
      1. Lorens Bagus. 2005. Kamus Filsafat. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
      2. http://en.wikipedia.org/wiki/Truth
      3. http://en.wikipedia.org/wiki/Coherence_theory_of_truth
      4. http://plato.stanford.edu/entries/truth-coherence/
      5. http://www.philosophyprofessor.com/philosophies/coherence-theory-of-truth.php
      6. http://www.informationphilosopher.com/knowledge/coherence.html
      7. http://www.iep.utm.edu/truth/
      8. http://philpapers.org/browse/coherence-theory-of-truth

      Mati Ketawa Ala Regresi Linier Berganda

      Karena sedemikian banyaknya para dosen pembimbing tugas akhir, seperti di kampus kita juga, yang hobiist dengan regresi berganda, yang linier (atau bisanya memang cuman itu yach?), maka kritik kali ini difokuskan ke kedangkalan argumentasi induktif menggunakan statistik tersebut.

      Silahkan tanyakan kepada para pengguna argumentasi regresi linier berganda di saat ujian, pertanyaan-pertanyaan di bawah ini. Maka akan diperoleh jawaban yang mengejutkan, yang tidak jauh dari prediksi berikut:
      1. Atas dasar apa bisa digunakan argumentasi induktif regresif? Karena penelitian-penelitian kausal terdahulu di perpustakaan juga menggunakan regresi berganda (lagi-lagi linier). Alternatif jawabannya adalah, karena jurnal acuannya juga menggunakan regresi berganda (astaga, saya masih harus ngetik lagi-lagi linier).
      2. Kenapa penelitian terdahulu menggunakan argumentasi induktif regresi linier berganda? Karena penelitian sebelum-sebelumnya lagi juga menggunakan regresi linier berganda.
      3. Bukankah di Dasar Teori, sudah disebutkan bahwa tidak terdapat hubungan kausal secara langsung, antara variabel independen dan variabel dependennya. Kenapa masih digunakan argumentasi regresi linier berganda? Ya, lalu so what gitu loh. Teori khan adanya di Bab 2, sudah ganti paragraph tahu!
      4. Bukankah di Dasar Teori, sudah disebutkan bahwa hubungan kausal antara variabel independen dan variabel dependennya bi-implikatif. Kenapa masih digunakan argumentasi regresi linier berganda? Ya, lalu so what gitu loh. Apa sulitnya sih membiarkan orang menjalankan hobinya, meskipun kontradiktif.
      5. Bukankah, lagi-lagi, di Dasar Teori, sudah disebutkan bahwa terdapat korelasi yang tinggi antar variabel independen yang anda ajukan. Kenapa masih digunakan argumentasi regresi linier berganda? Astaga, khan saya sudah jawab so what gitu loh. Khan kenyataannya saya sudah kasih print out lulus uji multikolinearitas. Makanya, running datanya, running datanya…. Uppsss ralat, maksud saya baca print outnya, baca print outnya.
      6. Apa itu kausalitas implikatif linier? Penguji, boleh tidak ujiannya ditunda bulan depan saja, untuk merevisi Bab 3 – Bab 5.
      7. Dari grafik data yang anda miliki, yang terlihat adalah kurva yang lebih menyerupai kuadratik atau Cobb Douglass, kenapa “tiba-tiba” mengajukan model linier? Pak,/bu Penguji boleh tidak ujiannya ditunda bulan depan. 
      8. Mungkin yang sedikit agak tricky akan menjawab, paling tidak dari hasil penelitian ini bisa diketahui bahwa tidak terdapat hubungan “regresif implikatif linier” antar variabel-variabel independen dengan dependen, khan. Jadi apa hubungannya antara pengetahuan yang diperoleh saat analisis di Bab 4 dengan deklarasi tujuan penelitian di Bab 1? Penguji boleh tidak ujiannya ditunda bulan depan saja.
      9. Apa itu data outlier? Outlier adalah data-data yang disingkirkan dari analisis lebih lanjut.
      10. Atas dasar apa suatu set data disebut sebagai outlier? Jika set data tersebut membuat bobot argumentatif dari regresi linier berganda menjadi menurun. Yaitu, jika membuat uji asumsi klasik jadi tidak bisa lolos; atau klaim yang difavoritkan menjadi tidak terdukung; atau jika membuat jadi terungkap bahwa data yang terkumpul tidaklah relevan dengan variabel penelitian yang diajukan; atau jika membuat jadi terungkap bahwa urutan waktu kejadiannya tidaklah logis. Singkatnya, bagaimana caranya bisa tampil cakep, dosen manggut-manggut, dan acc.
      11. Jadi begitu ya kriteria disebut outlier? Ya iyalah, masak iya dong.
      12. Kalau boleh tahu, yang paling sebenarnya dari konsep outlier itu apa sih? Tahu dech. 
      13. Apa itu uji asumsi klasik dalam argumentasi regresi linier berganda? Uji asumsi klasik adalah agar dosen pembimbing/penguji tidak lagi mempertanyakan keberadaan datanya serta mengabaikan Dasar Teori, saat mencerna Bab 4. Semacam langkah tiga tanda seru dalam permainan catur gitu dech.
      14. Apa yang harus dilakukan jika asumsi klasik tidak terpenuhi? Ada sih, di antaranya adalah: Picky-picky Kiddie, Typi-typi Printy, Haha Hihi Hehe.
      15. Bukankah ada solusi lain yang memiliki pertanggungjawaban ilmiah, yang bisa diaplikasikan untuk jenis data yang anda miliki? Saya dengar sih ada banyak. Tapi, bukankah trick ini so far so good, and successful. 




        • Penguji: Selain uji asumsi klasik, apa yang bisa dilakukan oleh peneliti untuk meningkatkan kredibilitas klaim yang didukungnya menggunakan argumentasi statistik regresi linier berganda? Penulis: Afirmasi dengan Dasar Teori atau penelitian-penelitian empiris terdahulu bahwa model penelitian yang diajukan memang rasional. Pembuatan plot grafis yang secara intuitif bisa menunjukkan adanya pola linear antar variabel independen dengan dependen. Mengukur korelasi antar variabel yang bisa membuktikan rendahnya korelasi antar variabel independen, dan tingginya korelasi antara variabel independen dengan variabel dependen. Mengacu pada aturan umum, bahwa semakin banyak data, maka argumen semakin kredibel. Atau, mengajukan variabel-variabel alternatif untuk menjembatani/merasionalisasi kontradiksi-kontradiksi yang teramati secara empiris. 
        • Penguji: Jadi, kenapa tidak anda lakukan? Penulis: Siapa yang bapak tanya?
      16. Berapa jumlah data yang memadai untuk membuat generalisasi? 30. Kenapa 30? Karena penelitian sebelumnya 30. Kenapa penelitian sebelumnya 30? Karena penelitian sebelumnya lagi pakai 30. Siapa dosen yang menyarankan 30 tersebut? Maaf, pak. Semua dosen sedang sibuk jaga parkiran, serius tidak bisa diganggu. Sementara menunggu, disarankan dilanjutkan dulu pakai 30 saja.

      Teori Korespondensi Kebenaran

      VERITAS EST ADAEQUATIO REI ET INTELLECTUS (Thomas Aquinas)
      "Truth is the equation [or adequation] of things and intellect," or “A judgment is said to be true when it conforms to the external reality”. 
      "Kebenaran adalah kesamaan (atau kecukupan) antara kenyataan dan pemikiran," atau "Sebuah penilaian dikatakan benar jika sesuai dengan realitas eksternal."

      Kebenaran (keadaan benar) itu adalah berupa kesesuaian antara arti yang dimaksud oleh sebuah klaim dengan apa yang sungguh merupakan halnya/faktanya. Kebenaran atau keadaan benar itu berupa kesesuaian (correspondence) antara arti yang dimaksud oleh suatu pernyataan dengan apa yang sungguh-sungguh terjadi merupakan kenyataan atau faktanya. Jadi berdasarkan teori korespondensi ini, kebenaran/keadaan benar itu dapat diukur dengan membandingkan antara sebuah proposisi dengan fakta atau kenyataan yang berhubungan dengan proposisi tersebut. Bila di antara keduanya terdapat kesesuaian (korespondensi), maka preposisi tersebut dapat dikatakan memenuhi syarat dikatakan kebenaran/keadaan benar.

      Kesimpulannya, benar atau salahnya sebuah pernyataan, berdasar teori korespondensi, hanya ditentukan oleh keterkaitan pernyataan tersebut dengan kenyataan, dan apakah sudah secara akurat menyatakan (berkorespondensi dengan) kenyataan. Dengan kata lain, teori korespondensi berusaha menghubungkan antara pemikiran atau pernyataan di satu sisi, dengan benda atau fakta di sisi satunya. Teori ini berkebalikan dengan teori koherensi berkenaan makna kata “Kebenaran” yang berpegang bahwa kebenaran atau kesalahan sebuah pernyataan ditentukan oleh kaitannya dengan pernyataan-pernyataan lain, dan bukan keterkaitannya dengan kenyataan.

      Contoh:
      1. Semua mahasiswa pasti sudah mengetahui tentang teori korespondensi berkenaan Kebenaran. Karena, kalimat tersebut menyatakan “semua” mahasiswa, maka jika berhasil ditemukan satu (1) saja mahasiswa yang bengong ketika ditanya apa itu teori korespondensi, dapat diartikan bahwa pernyataan tersebut tidak sesuai dengan kenyataan aka salah aka tidak benar aka tidak berkorespondensi dengan kenyataan.
      2. Semua mahasiswa yang menggunakan statistik sebagai alat analisis dalam skripsinya, pasti bisa mengoperasikan program bantu SPSS.
      3. Semua dosen pembimbing skripsi pasti menguasai metodologi penelitian.
      4. Universitas Tarumanagara berada di kota Blitar.
      Teori korespondensi, tidak bisa digunakan untuk menguji pernyataan-pernyataan berikut:
      1. Lima (5) ditambah tiga (3) adalah dua belas (12).  
      2. Tuhan jumlahnya Satu.
      3. Gajah Berkaki Kupu-kupu lebih pandai terbang dibandingkan Harimau.
      Sumber:
      1. Lorens Bagus. 2005. Kamus Filsafat.Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
      2. http://en.wikipedia.org/wiki/Truth
      3. http://en.wikipedia.org/wiki/Correspondence_theory_of_truth
      4. http://thomism.wordpress.com/2008/12/07/veritas-est-adaequatio-rei-et-intellectus-ii/

      Kamis, 12 Agustus 2010

      Cara Pengolahan Statistik Regresi Linier Berganda menggunakan SPSS

      Analisis Regresi Linier Berganda
      1. Terlebih dahulu upload data ke SPSS, lihat post sebelumnya:   Tentang cara upload file Excel ke SPSS.
      2. Selanjutnya, click "Analyze", "Regression >", lalu click "Linear..."
      3. Click variabel dependennya (Y), lalu click tanda ">" atas, agar masuk ke kolom "Dependent"
      4. Block variable-variabel independennya (X), lalu click tanda ">" kedua, agar masuk ke kolom  "Independents".
      5. Click tombol “Statistics”, lalu centang: "Estimates", "Collinearity diagnostics", dan "Durbin-Watson". Lalu click tombol “Continue”
      6. Click tombol “Plots”, lalu masukkan variable *Sresid ke kolom Y, serta *Zpred ke kolom X. Click tombol “Continue” lagi.
      7. Click tombol “Save”, lalu centang “Unstandardized” di bawah tulisan “Residual”. Click tombol “Continue” again…
      8. Terakhir ……… sudah diduga saya kira … Click tombol “OK”.
      9. …..
      10. ….
      11. Beres dah.
      Pengujian Normalitas
      1. Click "Analyze", lalu click "Nonparametric Tests", lalu click "1-Sample K-S"
      2. Masukkan variable Unstandardized Residual (Res_1) ke kolom "Test Variable List".
      3. Centang "Normal" pada “Test Distribution List”
      4. Lalu … coba tebak tombol apa berikutnya??
      5. Click OK. Beres dah
      Pengujian Normalitas
      1. Click "Transform", lalu click "Compute Variable…"
      2. Pada kolom "Target Variable" ketik “Residu”, sedangkan pada kolom “Numeric Expression” ketik: Abs(Res_1). Jadinya yang kelihatan adalah. Residu = Abs (Res_1)
      3. Click OK
      4. Selanjutnya, click "Analyze", "Regression >", lalu "Linear…"
      5. Click variabel dependen Residu (Y), lalu click tanda ">" atas, agar masuk ke kolom Dependent
      6. Block variable-variabel independennya (X), lalu click tanda ">" kedua, agar masuk ke kolom Independents.
      7. Langsung click OK.
      8. Beres dah.
      Pengujian Multikolinearitas
      1. Menggunakan angka-angka VIF pada print out hasil analisis regresi . Di sebelah kanan uji –t, ada khan???
      Pengujian Autokorelasi
      1. Menggunakan nilai Durbin-Watson apda print out hasil analisis regresi. Silahkan dicermati print outnya, ada kok.. he he

      Total terdapat 22 kali click tombol left mouse. Jadi sudah print out regresi linier berganda menggunakan SPSS yang rapi dan indah.

      Kalau perlu program SPSS-nya buat diinstall, tinggal click aja link ini.

      Rabu, 11 Agustus 2010

      Statistik Edit The SPSS Print Out alias What You See What You Dumbed

      Kajian statistik ini membahas tentang betapa mudahnya para dosen dibodohi, agar segera meng-acc skripsi.
      Jika anda jeli, maka akan segera tahu bahwa tidak banyak dosen yang menguasai program-program bantu statistik, katakanlah SPSS. Mungkin pernah baca bukunya. Tetapi, untuk mengoperasikannya "auh ah gelap".

      Peluang apa yang bisa dilakukan oleh mahasiswa terhadap sisi lemah dosen tersebut?
      1. Kuasai cara bercerita kancil tentang proses-proses pengolahan data menggunakan program bantu tersebut, maka dosen tidak akan mempertanyakan lagi data anda, apalagi print out olahan anda.
      2. Jika ternyata kesimpulan yang diperoleh berdasarkan print out asli program tersebut tidak sesuai dengan harapan anda, maka rubah ketiklah langsung angka-angka di print out tersebut. Jangan buang waktu dengan mempelajari kembali ketepatan sampling, ketepatan alat pengumpulan data, ketepatan prosedur pengumpulan data, atau ketepatan alat analisis yang digunakan, apalagi ketepatan model penelitiannya!! Tidak perlu terlalu tinggi memberikan kredit atas kapasitas statistik mereka.
      3. Sebaiknya berikan list data dalam bentuk tercetak di kertas, hal tersebut akan semakin menyulitkan dosen mengenali ilmu kadal anda. Namun, sebenarnya boleh juga menyerahkan data dalam wujud file database seperti Excel. U know, toh mereka tidak tahu harus berbuat apa dengannya.
      4. Tips. Pilihan huruf harus seragam, karena kebanyakan dosen masih cukup jeli secara visual, itulah kebanggaan mereka. Selebihnya aman-aman saja.
      5. Jika anda ingin menguji nyali lebih jauh dikit, sekalian pinjamkan CD installer program bantu yang anda gunakan. Oh ya untuk program SPSS, anda bisa download dari salah satu link di post saya.
      6. Anda bisa tertawa terbahak-bahak, dan menceritakannya kepada kawan-kawan.
      7. Berlaku untuk pembimbing maupun penguji.
      Selamat mentertawakan kapasitas ilmiah kampus anda.

      Link Download Program SPSS Versi 15 Unlimited (Gratis, No Viruses)

      Link ini hanya berlaku untuk 15 hari sejak tgl 25 Agustus 2010. Jadi terakhir berlaku sampai tanggal 9 September 2010.
      Tapi tenang aja. Tiap 16 hari pasti akan saya upload lagi, dan saya publish-kan link barunya

      Program ini sudah jalan, karena sama dengan yang dipakai sendiri di komputer saya.

      Ayo budayakan click mouse program SPSS sendiri. Gampang kok, cuman berapa click-an aja udah selesai. Ngapain bayar mahal?

      Cara Upload File Data Excel ke SPSS

      Persiapan data Excel
      1. Ketik jawaban-jawaban responden dengan format per baris untuk masing-masing responden. Jawaban per responden memanjang ke kolom-kolom arah kanan.
      2. Jangan lupa, baris pertama memanjang ke kanan digunakan untuk memberi nama variabel.
      3. Kolom pertama ke bawah, sebaiknya digunakan untuk nomor urut responden.
      4. Ingat, SPSS hanya mengenali pengkodean data menggunakan angka, bukan huruf!!
      5. Jangan lupa, sebentar-sebentar, di-save. Sudah capek-capek ngetik, listriknya mati lagi.

      Upload data ke SPSS
      Gambar 1. Petunjuk Langkah 1
      Gambar 2. Petunjuk Langkah 2 & 3
      1. Click File, Open, > Data ... (Gambar 1)
      2. Cari lokasi datanya di hard-disk anda. Jangan lupa "file of type"-nya dipilih Excel. (Gambar 2)
      3. Setelah dipilih file datanya, katakanlah Data.xls. "JANGAN" click OPEN, tapi click PASTE!!
      4. Nah, setelah itu, anda akan melihat form "Opening Excel Data Source".
      5. Centang "Read variable names from the first row of data.
      6. Masukkan di kolom Range, range dari data anda. Contoh: A1:G101
      7. Click OK!
      8. Anda akan melihat form Syntax. Tinggal click RUN, All. Beres dah.
      9. Oh ya, file Syntax ini bisa anda save juga loh. Siapa tahu, besok-besok perlu diulang lagi prosesnya. Khan tinggal click RUN, All lagi aja.
      Mengoperasikan SPSS itu Gampang Kok. Gak perlu bayar orang Gan, kalau cuman click beberapa tombol saja.
      Kalau perlu program SPSS untuk diinstall di komputer anda, silahkan click link ini.
       

      Selasa, 10 Agustus 2010

      Statistik Salad Bar alias Picky Picky Kiddie

      Teknik statistik jenis ini banyak digunakan oleh para mahasiswa yang dibimbing oleh dosen yang tidak mengerti keterkaitan antara populasi dan sampel, atau persyaratan sebuah alat analisis tertentu, atau keterkaitan antara jenis data dengan alat analisis yang bisa digunakan. Skripsi, mahasiswa, dan dosen pembimbing jenis ini banyak beredar di PT wilayah Jakbar. Daerah tempat tinggal saya. Silahkan dolan aja ke perpustakaan mereka, dan tertawalah sampai kesorean tutup perpust. :)

      Seperti tersebut dalam namanya, data atau alat analisis yang digunakan dicomot sesuai dengan kebutuhan, tanpa argumentasi sama sekali. Dengan dipilihnya data-data atau alat analisis tertentu saja, maka diharapkan kesimpulan yang diperoleh akan sesuai dengan keinginan peneliti.

      Ketika kesimpulan hasil analisis ternyata tidak sesuai dengan hipotesis, maka peneliti akan cabut data yang tidak sesuai dan menancapkan data-data baru yang sesuai dengan hipotesis. Perlakuan data dengan cara seperti ini mudah dikenali dari pola data yang ada. Contoh:
      • Jika dalam penelitian disebutkan bahwa metode sampling yang digunakan adalah random, maka data yang terkumpul seharusnya terdistribusi normal. Jika data yang terkumpul ternyata tidak memiliki distribusi normal (katakanlah melalui visual atau uji K-S), maka jelaslah bahwa metode pengumpulannya tidaklah random (alias picky-picky).
      • Jika data yang terkumpul di-sort dari kecil ke besar, maka akan terlihat banyak sekali pengulangan data. Hal ini menunjukkan gejala pilih-pilih data, dan copy paste. Tentu saja tidak mungkin disebar secara random.
      • Jika data yang terkumpul dianalisa keterkaitan antar variabelnya (katakanlah menggunakan korelasi Pearson), maka akan teramati adanya korelasi yang tidak wajar terjadi di lapangan. Hal ini biasa terjadi, saat tertuduh copy paste data terlalu berfokus pada kesimpulan dari tujuan penelitian, sehingga terlupakan keterkaitan logisnya dengan variabel-variabel yang lainnya. Silahkan ditest sendiri, ini link untuk download program SPSS: http://essaythings.blogspot.com/2010/08/link-download-program-spss-versi-15.html
      Ketika persyaratan untuk penggunaan sebuah alat analisis statistik tertentu ternyata tidak terpenuhi, maka sekali lagi data akan dikorbankan menyesuaikan kemampuan statistik peneliti. Contoh:
      • Dalam regresi linier berganda terdapat pengujian asumsi klasik. Ketika data yang dimiliki tidak memenuhi asumsi klasik, maka bukannya data dipelajari atau ditransformasi, malahan dengan gampangnya, sekali lagi, copas aja.
      • Untuk jenis data nominal atau ordinal, maka statistik regresi biasa tidak mampu menanganinya. Namun, sekali lagi, tutup matalah, yang penting kesimpulan dan saran bisa dibuat.

      Nulis Itu Menyenangkan Kok. Yuk Ngerumpiin Rencana Tulisan Anda... :)

      1. Anda sedang menyusun karya tulis atau tugas akhir?
      2. Bingung mencari tempat pengetikan & print, yang tepat dan rapi?
      3. Bingung mencari penterjemah berkualitas untuk jurnal-jurnal acuan yang anda gunakan, dengan harga yang tidak mahal tentu saja?
      4. Bingung dengan istilah-istilah penelitian spt: tujuan, asumsi/batasan, dasar teori, prediksi/hipotesis, kesimpulan, kerangka pikir, model penelitian, populasi, sampel, variabel penelitian, operasionalisasi variabel, metode pengumpulan data, validitas, reliabilitas, kuesioner, wawancara, kualitatif, kuantitatif, random, distribusi normal, metode analisa, induksi, deduksi, statistik, outlier, probabilitas, signifikansi, kausalitas, implikasi, biimplikasi, kontradiksi, verifiabel, falsifiabel, benar/salah, koherensi, korespondensi, pragmatism, metode ilmiah, ontologi, epistemologi, aksiologi, paradoks, dll.
      5. Butuh rekan diskusi yang asyik, nyantai, tapi menguasai, untuk memahami makna serta hubungan antar istilah-istilah tersebut?
      6. Ingin tahu hubungan antara teori dengan kerangka pemikiran?
      7. Ingin tahu hubungan kerangka pemikiran dengan metode analisa?
      8. Ingin tahu hubungan antara teori dengan hipotesis? Serangan apa yang akan dihadapi di ujian, jika kesimpulan penelitian ≠ hipotesis?
      9. Ingin tahu karakteristik data yang bagus untuk mendukung klaim penelitian?
      10. Ingin tahu cara meningkatkan kualitas metode pengumpulan data, agar meningkatkan kredibilitas klaim penelitian yang didukungnya?
      11. Ingin tahu metode sampling mana yang bagus dalam mendukung kredibilitas klaim penelitian?
      12. Ingin tahu statistik yang tepat digunakan dlm penelitian anda? Atas dasar apa bisa digunakan statistik: regresif, oneway anova, chi square, SEM, dll?
      13. Ingin tahu apa kelebihan/kekuatan penulisan standar yang dipecah dalam lima bab (Bab 1 – Bab 5)?
      14. Ingin tahu cara mengoperasikan program bantu yang anda pakai, katakanlah SPSS?
      15. Ingin tahu definisi kata BENAR?
      16. Tidak ingin terjebak dalam situasi sidang memalukan?
      17. Masih banyak sekali sih, aspek-aspek penulisan skripsi (argumentasi induktif) yang perlu dipahami. Ya tentu saja dengan cara yang serius, santai, penuh tawa canda, dibikin gampang … tapi tetap harus jelas, sistematis, dan gamblang.
      Kalau perlu program SPSS-nya buat diinstall, tinggal click aja link ini.

      Sekian dulu perkenalan ringkas kita. Jika mengalami kendala seperti di atas, atau jika ada kesulitan-kesulitan yang lainnya, silahkan kontak kami.