Jumat, 13 Agustus 2010

Teori Korespondensi Kebenaran

VERITAS EST ADAEQUATIO REI ET INTELLECTUS (Thomas Aquinas)
"Truth is the equation [or adequation] of things and intellect," or “A judgment is said to be true when it conforms to the external reality”. 
"Kebenaran adalah kesamaan (atau kecukupan) antara kenyataan dan pemikiran," atau "Sebuah penilaian dikatakan benar jika sesuai dengan realitas eksternal."

Kebenaran (keadaan benar) itu adalah berupa kesesuaian antara arti yang dimaksud oleh sebuah klaim dengan apa yang sungguh merupakan halnya/faktanya. Kebenaran atau keadaan benar itu berupa kesesuaian (correspondence) antara arti yang dimaksud oleh suatu pernyataan dengan apa yang sungguh-sungguh terjadi merupakan kenyataan atau faktanya. Jadi berdasarkan teori korespondensi ini, kebenaran/keadaan benar itu dapat diukur dengan membandingkan antara sebuah proposisi dengan fakta atau kenyataan yang berhubungan dengan proposisi tersebut. Bila di antara keduanya terdapat kesesuaian (korespondensi), maka preposisi tersebut dapat dikatakan memenuhi syarat dikatakan kebenaran/keadaan benar.

Kesimpulannya, benar atau salahnya sebuah pernyataan, berdasar teori korespondensi, hanya ditentukan oleh keterkaitan pernyataan tersebut dengan kenyataan, dan apakah sudah secara akurat menyatakan (berkorespondensi dengan) kenyataan. Dengan kata lain, teori korespondensi berusaha menghubungkan antara pemikiran atau pernyataan di satu sisi, dengan benda atau fakta di sisi satunya. Teori ini berkebalikan dengan teori koherensi berkenaan makna kata “Kebenaran” yang berpegang bahwa kebenaran atau kesalahan sebuah pernyataan ditentukan oleh kaitannya dengan pernyataan-pernyataan lain, dan bukan keterkaitannya dengan kenyataan.

Contoh:
  1. Semua mahasiswa pasti sudah mengetahui tentang teori korespondensi berkenaan Kebenaran. Karena, kalimat tersebut menyatakan “semua” mahasiswa, maka jika berhasil ditemukan satu (1) saja mahasiswa yang bengong ketika ditanya apa itu teori korespondensi, dapat diartikan bahwa pernyataan tersebut tidak sesuai dengan kenyataan aka salah aka tidak benar aka tidak berkorespondensi dengan kenyataan.
  2. Semua mahasiswa yang menggunakan statistik sebagai alat analisis dalam skripsinya, pasti bisa mengoperasikan program bantu SPSS.
  3. Semua dosen pembimbing skripsi pasti menguasai metodologi penelitian.
  4. Universitas Tarumanagara berada di kota Blitar.
Teori korespondensi, tidak bisa digunakan untuk menguji pernyataan-pernyataan berikut:
  1. Lima (5) ditambah tiga (3) adalah dua belas (12).  
  2. Tuhan jumlahnya Satu.
  3. Gajah Berkaki Kupu-kupu lebih pandai terbang dibandingkan Harimau.
Sumber:
  1. Lorens Bagus. 2005. Kamus Filsafat.Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
  2. http://en.wikipedia.org/wiki/Truth
  3. http://en.wikipedia.org/wiki/Correspondence_theory_of_truth
  4. http://thomism.wordpress.com/2008/12/07/veritas-est-adaequatio-rei-et-intellectus-ii/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar